Tuesday, February 18, 2020

Misteri Hantu Sandah dari Kepulauan Kalimantan

😱😱Selamat Datang dan Terima Kasih Telah Berkunjung😱😱


Misteri Hantu Sandah dari Kepulauan Kalimantan


Oleh Nirwan

Sumber gambar :: https://www.google.com/amp/s/www.popbela.com/career/inspiration/amp/niken-ari/dreadout-legenda-horor-budaya-sunda-dalam-kemasan-modern

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang sosok hantu Sandah asal kepulauan Kalimantan ?. Ya, seperti yang Anda ketahui sendiri bahwa suku dayak di kepulauan Kalimantan bukan hanya dikenal melalui kesaktian ilmu-ilmu magis yang masih dianut oleh sebagian masyarakatnya hingga sekarang. Akan tetapi, juga telah diakui akan keberadaan cerita-cerita mistis yang mampu membuat bulu kuduk Anda jadi merinding. Mungkin, cukup sedikit yang tau akan cerita mengenai sosok hantu Sandah ini. Nah, jika sebelumnya Anda sudah sering mendengar berbagai cerita menyeramkan terkait hantu khas Kalimantan baik itu berupa sosok Kuyang, Anak Sima, Rabing maupun hantu Mariaban. Kali ini, Saya ingin mencoba membahas sedikit cerita misteri terkait sosok hantu Sandah. Sebelumnya, cerita mengenai hantu ini sejatinya cukup populer di telinga masyarakat khususnya masyarakat melayu yang tinggal di kepulauan Kalimantan. Berbicara tentang sosok hantu Sandah, hantu ini sebenarnya digambarkan melalui perwujudan hantu seorang wanita yang berkebaya kurung dan berjalan layaknya seorang model. Berdasarkan kesaksian warga yang pernah melihat secara langsung sosok hantu Sandah tersebut, wujud hantu ini sering kali menunjukkan dirinya sebagai seorang wanita berkebaya jadul dan mengenakan sebuah sanggul di kepalanya. Selain itu, mulutnya juga selalu dijejali oleh cancut. Cancut sendiri merupakan kain yang biasa digunakan oleh perempuan dayak sebagai pembalut.



Konon, hantu Sandah ini  sering diceritakan meneror warga setempat dan gemar memangsa berbagai hewan ternak milik warga seperti ayam, itik, kambing dan sebagainya.  Berbeda dengan ciri khas dari hantu pada umumnya seperti halnya sosok Kuntilanak yang suka menunjukkan kemunculannya di tengah malam dan meratapi nasibnya, hantu Sandah ini malah menandakan kemunculannya dengan  cara berkeliaran selepas maghrib sembari menangis / meratapi perbuatannya semasa hidup karena pernah durhaka kepada suaminya (ingin meminta maaf).


Namun, ada pula versi lain yang menyebutkan bahwa hantu Sandah ini memiliki perwujudan berupa hantu wanita berperawakan besar, mengenakan pakaian hitam dan memiliki rambut yang agak gimbal. Tanda-tanda kemunculannya ialah dengan adanya aroma bau busuk ataupun bau rambut yang tengah gosong disekitar kita. Sebenarnya, tiada banyak yang tau tentang cerita latar belakang dari kemunculan hantu Sandah ini. Nama Sandah sendiri, konon diambil dari nama seorang wanita janda bernama Siti Sa'adah yang pernah hidup puluhan tahun yang lalu di sebuah desa di kepulauan Kalimantan.

Sumber gambar : pinterest.com

Diceritakan, bahwa dahulu kala hiduplah seorang janda cantik bernama Siti Sa'adah yang tinggal di sebuah desa di kepulauan Kalimantan. Karena memiliki paras yang cantik, Siti Sa'adah gemar sekali memanfaatkan parasnya hanya untuk menggoda para lelaki (suami orang) yang sudah memiliki istri ataupun telah berkeluarga sebelumnya. Suatu ketika, terdapat seorang juragan kaya di desa tersebut yang tertarik dengan kecantikan Siti Sa'adah dan berniat ingin menikahinya. Sebenarnya, juragan kaya tersebut sudah memiliki seorang istri dan menghasilkan keturunan berupa 4 orang anak atas hasil perkawinan mereka.

Beberapa hari kemudian, dilangsungkanlah pernikahan Siti Sa'adah bersama juragan kaya raya tersebut dan Siti Sa'adah berkenan hati untuk menjadi istri yang kedua. Di awal pernikahannya, kehidupan rumah tangga Siti Sa'adah bersama suami barunya berjalan lancar dan bahagia hingga sampai suatu hari ia tidak mampu memberikan keturunan kepada suaminya yang selaku juragan kaya raya tersebut. Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, Siti Sa'adah pun akhirnya mulai menua dan kecantikannya ikut memudar. Akibat usianya yang hampir renta dan tiada muda lagi seperti dulu, Siti Sa'adah pun mulai merasa cemas dan takut jika cinta suaminya suatu saat akan berpaling dengan wanita lain. Dalam keresahan hatinya, akhirnya Siti Sa'adah berinisiatif menemui seorang dukun yang juga merupakan tantenya sendiri. Ditengah keresahan hatinya tersebut, Siti Sa'adah meminta bantuan kepada tantenya sembari menceritakan keluhannya hingga keresahan hati yang ia alami. mendengar keluhan dari Siti Sa'adah, kemudian tantenya memberikan sebuah upih yakni merupakan tangkai pelepah pinang. Dukun itu menyarankan Siti Sa'adah untuk mandi diatas upih dan air yang berasal dari mandi tersebut harus diminumkan kepada suami Siti Sa'adah. Tujuannya agar suaminya bisa takluk dengan Siti Sa'adah dan semakin sayang kepadanya. Dengan senang hati, akhirnya Siti Sa'adah menuruti permintaan sang dukun dan mengamalkan kajian tersebut dalam seminggu sekali. Selain itu, Siti Sa'adah juga diminta oleh sang dukun untuk menyuguhkan air minum kepada suaminya yang dimana minuman tersebut harus dicampuri oleh perasan air cancut atau celana dalam yang selalu ia pakai setiap hari. Setiap malam jum'at, Siti Sa'adah pun mulai terlihat mandi diatas tangkai pelepah pinang yang diletakkan dibawah kakinya dan tak lupa pula air guyuran dari badannya kemudian ia tampung untuk diberikan kepada suaminya agar segera diminum. Adapun sebulan sekali, Siti Sa'adah juga menyuguhkan air minum yang telah ia campuri dengan perasan darah menstruasinya sendiri (dari celana dalamnya) kepada suaminya, tentu saja semua tindakan tersebut tanpa diketahui oleh suaminya sama sekali. Benar saja, setelah mengamalkan kajian tersebut suami Siti Sa'adah mulai bertekuk lutut kepadanya dan semakin sayang terhadap Siti Sa'adah. Bahkan saking kuatnya pengaruh kajian tersebut, suami Siti Sa'adah pun sampai berani mencampakkan istri pertamanya dan keempat anaknya sendiri.

Sejauh manapun manusia melangkah, tentunya dalam segala kehidupan yang dijalani di dunia ini tiada yang pernah abadi. Raga ini hanyalah titipan dan yang pasti akan dikembalikan seperti semula ke dalam perut bumi. Suatu hari, suami Siti Sa'adah dikabarkan telah meninggal dunia dan meninggalkan seluruh harta kekayaannya kepada istrinya Siti Sa'adah. Kini, Siti Sa'adah pun telah menjadi janda kaya raya dan bergelimangan harta kekayaan hasil peninggalan suaminya semasa hidup. Akan tetapi, setelah sepeninggalan suaminya ternyata usia Siti Sa'adah juga tak mampu bertahan lama hingga suatu hari ia pun juga wafat menyusul kepergian suaminya. Jasad Siti Sa'adah kemudian diurus oleh warga setempat dan segera dikebumikan.

Sumber gambar : medicom.id

Usai 3 hari setelah kematiannya, hantu Siti Sa'adah pun mulai meneror warga setempat dan menampakkan dirinya sebagai wujud seorang wanita yang berkebaya kurung, bersanggul di kepalanya serta dimulutnya tersumpal oleh kain cancut / celana dalam. Tentu saja penampakkan tersebut cukup mengganggu warga sekitar yang tinggal di kampung, terlebih dengan kehadirannya yang selalu mencari makan dengan memangsa beberapa hewan ternak warga yang jumlahnya tidaklah sedikit. Lambat laun, nama hantu Siti Sa'adah inipun akhirnya perlahan berubah dan menjadi julukan dengan nama hantu Sandah yang biasa kita dengar hingga sekarang.

Cerita penampakan sosok hantu Sandah yang pernah meresahkan warga. 


Sumber gambar : pinterest.com

Dahulu, di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di daerah Kota Sampit, Kotawaringin Timur pernah terdengar cerita menyeramkan mengenai hantu Sandah ini yang kerap mengganggu masyarakat setempat. Hantu ini juga diceritakan suka memangsa hewan ternak milik setiap warga walaupun hewan ternak tersebut sudah berada di dalam kandangnya masing-masing sekalipun. Namun seiring berjalannya waktu, cerita mistis terkait kemunculan hantu ini sudah jarang terdengar di telinga masyarakat Kota Sampit. Waktu kecil, Saya sering mendengar cerita hantu Sandah ini karena selalu diceritakan secara turun-temurun oleh orang tua kami saat itu.


Sebetulnya, ada satu cerita mistis yang cukup mengerikan tentang hantu Sandah ini. Beberapa tahun yang lalu tepatnya saat Saya masih duduk di bangku SD, di kampung kami terdapat kejadian menyeramkan yang dialami oleh seorang ibu pemilik warung. Tepat dibelakang warung miliknya, sebenarnya berdiri rumah pribadinya yang memang berdekatan dengan pemakaman umum setempat. Sekitar jam 12 malam, ibu tersebut terbangun dari tempat tidurnya karena baru saja mendengar suara jeritan ayam peliharaannya seperti sedang dicekik oleh seseorang di belakang rumahnya. Ditengah-tengah rasa ketakutan dan cemas, ibu itu mencoba mendatangi lokasi yang mendengarkan suara ayam peliharaannya seperti sedang dalam bahaya. Lokasi itu berada di belakang rumahnya yang cukup gelap dan sedikit sekali penerangan. Awalnya, ibu itu mengira bahwa ayam dikandangnya sedang diincar oleh maling atau musang, sehingga ia memberanikan diri ke arah kandang ayam tersebut sendirian sembari membawa sebuah senter sebagai penerangan di sekitarnya. Saat sedang menyenter ke objek kandang ayam, tiba-tiba cahaya lampu senter menyoroti penampakkan sesosok perempuan sedang lahapnya menyantap seekor ayam peliharaan ibu tersebut di sekitar kandang. Melihat pemandangan mengerikan semacam itu, tentunya si ibu menjerit ketakutan dan seketika itu pula sosok yang sedang menyantap ayam ibu tersebut menyadari kehadiran pemilik sang ayam sembari memalingkan wajahnya yang rusak ke arah ibu tersebut dan memperlihatkan cakar-cakar kukunya yang panjang. Si ibu itu pun langsung mengambil langkah seribu dan segera meninggalkan lokasi tersebut sebelum nantinya ia pingsan ditempat. Konon, hantu perempuan menyeramkan yang pernah ditemui oleh ibu tersebut merupakan hantu Sandah yang sedang kelaparan dan mencari mangsanya yang tidak lain adalah hewan ternak milik warga.

Sosok hantu Sandah ini juga pernah diceritakan oleh masyarakat tertentu terkait tindakan jahatnya yang suka mencelakai manusia disekitarnya. Ia berusaha mencelakai manusia bukan dengan cara mencekik, mencakar atau menggigit manusia pada umumnya seperti kebanyakan cerita-cerita horror lainnya. Akan tetapi, ia gemar membunuh manusia secara perlahan hanya dengan mengelitik manusia tersebut selama satu malam hingga korbannya ditemukan tewas. Bagaimana tidak, sosok hantu ini memang dikenal memiliki kuku-kuku yang panjang serta tajam. Adapun cerita ini pernah disampaikan oleh ibu Saya berdasarkan cerita kakek dan nenek Saya pada jaman dulu. Kurang lebih ceritanya seperti ini :

Waktu itu, kakek dan nenek Saya masih berusia muda dan kebetulan di kampung kediaman mereka sedang diteror oleh sesosok hantu perempuan yang cukup mengerikan dan dikenal dengan sebutan hantu Sandah. Hantu tersebut sering mencelakai warga sekitar dengan cara mengelitik korbannya selama berjam-jam hingga esok harinya orang tersebut sudah menjadi jasad yang berlumuran darah seperti baru dicakar. Kejadian saat itu, ada seorang warga setempat yang sedang diteror oleh hantu Sandah hingga membuat orang tersebut tertawa terbahak-bahak tanpa henti di dalam rumahnya selama semalaman. Dimana jarak kediaman orang tersebut tidaklah terlalu jauh dari jarak rumah kakek dan nenek saya saat itu, sehingga suara tertawa maupun teriakan orang itu dapat terdengar secara jelas di rongga-rongga telinga warga setempat termasuk oleh kakek dan nenek saya sendiri. Adapun pemukiman warga pada zaman dahulu diceritakan oleh Ibu saya rata-rata hanya dibangun dengan material yang cukup sederhana seperti berdindingkan tikar rotan ataupun hanya berlantaikan tanah, jadi kebisingan disekitar hampir dapat terdengar oleh penghuni yang mendiami rumah semacam itu. Diduga, warga yang sebelumnya sedang menjerit ketakutan dan tertawa nyaring di dalam rumahnya tersebut diyakini telah diganggu oleh hantu Sandah oleh kepercayaan warga sekitar saat itu. Karena siapapun yang telah diteror oleh hantu Sandah, menurut orang bahari ia akan kesulitan menghindar dari gangguan hantu Sandah yang mencoba membunuh korbannya hanya dengan mengelitik tubuhnya yang membuat orang itu akhirnya tertawa semalaman hingga besoknya ia dipastikan akan tewas. Benar saja, keesokan harinya  orang tersebut telah ditemukan tewas oleh warga sekampung dirumahnya. Warga sekitar sebenarnya sudah menyadari bahwa orang tersebut telah dicelakai oleh hantu Sandah. Namun, tentunya tiada yang berani satupun menolongnya karena warga setempat juga banyak yang merasa cemas dan hanya bisa berdoa serta mengurung diri dalam rumah mereka masing-masing.



Baik, itulah sedikit cerita tentang asal-usul hantu sandah dan cerita pengalaman masyarakat tertentu yang pernah menyaksikan langsung gangguan hantu Sandah. Hikmah yang dapat kita petik dari cerita mistis ini yaitu janganlah sekali-kali melakukan perbuatan musyrik, guna-guna, muja ataupun semacamnya yang dapat merusak akidah kita sebagai manusia yang berakal. Sebab, pada saat wafat nanti ada kemungkinan jasad orang seperti itu akan kesulitan diterima oleh langit dan bumi dan arwahnya akan selalu gentayangan menyesali perbuatannya semasa hidup di dunia dulu. 

Sumber : www.gambaranimasi.org

Selamat Beraktivitas Kembali Untuk Anda ..



* Berikan respon Anda terhadap topik ini, Klik disini :
http://www.strawpoll.me/17597367/r



                                                               
Hubungi / Chat Admin Blog SCUA {Bang Nirwana} 👇 :


Atau juga :

No comments:

Post a Comment

"Jadilah orang yang pertama kali berkomentar, kami siap mengapresiasi dan menerima masukan dari saudara. Terima Kasih"

Silahkan berkomentar secara bijak dan sopan dengan tidak saling menyudutkan / menyinggung pihak lain, menggunakan kata kasar maupun kotor, saling spam dan mengandung unsur SARA.

Anda juga dapat mengirim pesan melalui via Whatsapp dengan cara mengklik ikon Whatsapp yang telah tertera diatas jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan.. 🤗

Postingan Terbaru

Mahasiswa KKN-T UPR Sosialisasikan dan Bagikan Perlengkapan Protokol Kesehatan kepada Masyarakat Desa Masaran

Palangka Raya - Universitas Palangka Raya (UPR) tahun ini kembali mengadakan kegiatan KKN-T Reguler Periode II di sejumlah daerah yang ada ...

Postingan Populer